Puisi Kematian Karya Imam Syafi’i R.a


“Manfaatkanlah masa luangmu untuk meraih keutamaan ruku’, Siapa tahu kematianmu akan datang mendadak.
Cukup banyak orang sehat yang kamu lihat tanpa sakit sedikitpun, Jiwanya yang sehat itu melayang secara tiba-tiba.”[1]

“Jika kamu hidup bersedihlah pada orang-orang terrcinta,
Dan keberadaan dirimu tanpa bapak bagimu lebih menyedihkan. [2]

Dan yang lainnya menyebutkan:
“Sholatmu saat orang-orang tidur adalah cahaya,
Sementara tidurmu merupakan lawan sengit bagi sholat.
Umur ini adalah harta rampasan jika dimanfaatkan,
Yang terus berjalan seraya mencair dan kemudian sirna.”[3]

Sebagian orang sholeh mengungkapkan:
“Aku sangat heran terhadap badan dan kesehatan
Juga terhadap anak muda yang tidur sampai pagi hari.
Kematian itu sambarannya tidak bisa dihindari,
Dalam kegelapan malam jika telah datang.
Dia dijemput kematian lebih cepat dalam keadaan lengah,
Sehingga dia mati dengan digiring ke padang masyhar.”[4]

Footnote:
[1] Hadyu as-Saariy muqadimmatu Shahih al-Bukhari, Ibnu Hajar, hlm 481.
[2] Ibid.
[3] Qiyamul lail, Muhammad bin Nashr, hlm 42. Dan buku, at- Tahajud qa Qiyamul Lail, Ibnu Abi ad-Dunia, hlm. 329.
[4] Kitab at-Tahajud wa Qiyamul Lail, Ibnu Abi ad-Dunia, hlm. 330. Dan Qiyamul Lail, Muhammad bin Nashr, hlm. 92.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s