Kutipan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani R.a


Bahwa sesungguhnya Abul Mudhoffar Hasan bin Tamimi Al Baghdadi adalah seorang pedagang, datang kepada Syekh Hammad bin Muslim bin Darwah Addabbas R.a, pada tahun 521 H, seraya berkata; Wahai junjunganku, saya telah menyiapkan kafilah yang membawa dagangan seharga 700 dinar ke negeri Syam.

Syekh Hammad berkata : Kalau kamu pergi pada tahun ini kamu akan terbunuh dan daganganmu dirampas.
Setelah itu Abul Mudhoffar keluar meninggalkan Syekh Hammad dengan membawa perasaan sedih, dijalan berjumpa dengan Syekh Abdul Qadir Jaelani R.a, yang pada waktu itu beliau masih berusia muda. Abul Mudhoffar menceritakan apa yang dikatakan Syekh Hammad kepadanya.
Maka Syekh Abdul Qadir Jaelani berkata kepadanya : Pergilah, maka kamu akan selamat dan kembali akan membawa keuntungan, urusan itu akulah yang bertanggung jawab.
Abul Mudhoffar pergi ke Negeri Syam dan ternyata bisa menjual dagangannya dengan harga seribu dinar.

Pada satu hari Abul Mudhoffar masuk WC di Halaba dan meletakkan uang digantungan WC dan ketika keluar ia lupa, sampai dirumah ia mengantuk dan tertidur. Dalam tidurnya bermimpi dalam kafilah didatangi orang Baduwi yang merampas hartanya dan membunuh semua orang yang ada dikafilah itu. Dan ada pula diantara Baduwi itu mendatanginya dan memukul dengan pedang serta membunuhnya, maka ia terbangun dengan gemetar ketakutan dan menemukan bekas darah dilehernya serta merasa sakit. Dan setelah teringat uangnya seribu dinar tertinggal, maka ia cepat-cepat bangun dan pergi ke WC di Halaban dan uang tersebut didapatkan masih ditempat semula dengan selamat, kemudian pulang ke Baghdad.
Setelah tiba ia berkata dalam hati : Kalau aku berkunjung kepada Syekh Hammad lebih dulu, memang beliau lebih tua dan kalau kepada Kanjeng Syekh Abdul Qadir, karena beliau benar kata-katanya.
Sewaktu ia berfikir demikian berada di pasar sulthan dan Syeikh Hammad berkata kepadanya; Wahai Abul Mudhoffar, mulailah kamu berkunjung kepada Syekh Abdul Qadir Jaelani, karena beliau dicintai Allah dan sesungguhnya beliau berdoa kepada Allah untukmu sebanyak tujuh belas kali, sehingga kepastian matimu yang sebenarnya hanya kamu rasakan dalam mimpi dan kepastian fakir yang sebenarnya berubah hanya karena lupa saja.

Kemudian Abul Mudhoffar pergi berkunjung kepada Syekh Abdul Qadir, maka beliau mendahului berkata : Syekh Hammad telah mengatakan kepadamu, bahwa saya berdoa kepada Allah untukmu tujuh belas kali. Demi kemuliaan Allah yang berhak disembah, sesungguhnya saya berdoa kepada Allah untukmu tujuh belas kali dan tujuh belas kali sampai jumlah seluruhnya tujuh puluh kali, sehingga terjadi seperti apa yang dikatakan oleh Syekh Hammad.

“Ya Allah, hamparkanlah bau harum keridhaan-Mu kepada Syekh Abdul Qadir Jaelani R.a, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Syekh Abdul Qadir.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s