Hijab (Tabir/Purdah) Isteri-Isteri Nabi Muhammad Saw


Anas bin Malik R.a berkata, ‘Pertama kali ayat tentang hijab diturunkan adalah ketika Rasulullah Saw menikahi Zainab binti jahsy. Pada pagi hari Rasulullah Saw menikahi Zainab beliau mengundang orang-orang lalu mereka makan dan kemudian pergi. Sekelompok orang masih tinggal bersama Nabi. Mereka tetap di sana untuk waktu yang lama. Rasulullah Saw bangkit dan aku pergi bersamanya hingga kami sampai di pintu ruangan ‘Aisyah. Ketika beliau duga orang-orang itu mereka telah pergi, beliau kembali dan aku kembali bersamanya dan mereka ternyata sudah pergi. Maka beliau memasang tabir antara aku dan beliau lalu turunlah ayat tentang hijab,

“Hai orang-orang yang beriman! janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali kamu diizinkan makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang, maka masuklah dan jika kamu selesai makan keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi, lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar).” (QS. 33:53)
Dan aku berumur 15 tahun pada waktu itu.

Menurut ibnu Abbas, Ayat tentang hijab isteri-isteri Rasulullah Saw diturunkan ketika Umar bin Khattab R.a sedang makan bersama Nabi Muhammad Saw. lalu tangannya menyentuh tangan salah seorang isteri Nabi Muhammad Saw, maka ayat tentang hijab diturunkan. Orang-orang bertanya kepada Zuhri, “Siapakah yang biasa mengunjungi para isteri Nabi?”
Dia menjawab, “Setiap orang yang mempunyai hubungan keturunan atau sesusuan yang menghalangi pernikahan”.
Ditanyakan, “Bagaimana dengan orang-orang lain?”
Dia menjawab, “Mereka harus menyelubungi diri dari mereka. Mereka harus berbicara dari balik tabir. Dan tabirnya hanya selapis”.
Pernah juga Ummu Salamah dan Maimunah sedang bersama Nabi Muhammad Saw, tiba-tiba lbnu Ummi Maktum masuk. Peristiwa itu terjadi setelah hijab diturunkan.
Nabi Muhammad Saw berkata kepada isteri-isterinya, “Selubungilah diri kalian darinya.”
lsterinya bertanya, “Ya Rasulullah Saw, bukankah dia buta?”
Beliau SAw menjawab, “Apakah kalian juga buta? Tidakkah kalian melihatnya?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s