Nasehat Imam Ghozali Dalam Kitab Bidayatul Hidayah 2


Etika Mata
Sesungguhnya matamu diciptakan agar kamu menemukan jalan saat dalam kegelapan, agar kamu bisa memperoleh pertolongan dalam memenuhi keperluanmu, agar kamu bisa melihat keajaiban ciptaan bumi dan langit, agar kamu bisa menemukan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Maka jagalah matamu dari empat perkara, yaitu: dari melihat kepada non muhrim, melihat gambar-gambar porno yang membangkitkan nafsu birahi, atau melihat saudara kita yang muslim dengan pandangan penghinaan atau dari mencari-cari keburukan sesama muslim.

Etika Telinga
Telingamu juga jagalah ia dari mendengarkan Bid’ah, Ghibah, cerita dusta, kajian perkara bathil dan mendengarkan keburukan-keburukan manusia.
Sesungguhnya telingamu diciptakan agar kamu bisa mendengarkan firman-firman Allah Swt, ajaran-ajaran nabi-Nya Saw, hikmah-hikmah para kekasih Allah, mencerna ilmu yang mengantarkanmu kepada tempat yang abadi di sisi Tuhan Pencipta alam.
Apabila kamu gunakan telingamu untuk mendengarkan perkara yang dibenci, maka jadilah telingamu menjadi saksi yang memberatkanmu, telingamu berubah dari sebagai penyelamatmu menjadi penyebab celakamu. Inilah yang disebut puncak kerugian. Jangan pernah kami kira bahwa dosa hanya mengenai pelaku atau yang mengucapkan bukan yang mendengarkan.
Diriwayatkan bahwa “Pendengar adalah mitra pembicara, maka ia salah satu pelaku Ghibah”.

Etika Perut
1. Jagalah dari mengkonsumsi makanan haram dan berusahalah hanya mengkonsumsi makanan halal. Sekiranya kamu menemukan makanan halal maka makanlah jangan sampai kekenyangan. Kekenyangan membuat keras hati, merusak perasaan, mengganggu hafalan, menyebabkan badan berat untuk beribadah dan menuntut ilmu. Kekenyangan juga merangsang syahwat dan membantu godaan setan.

2. Apabila kamu merasa cukup dalam satu tahun dengan satu baju baru yang tidak terlalu bagus, merasa cukup dalam sehari semalam dengan dua roti Khoskar, kamu menghindari berlebih-lebihan dengan lauk pauk, maka sejatinya kamu sudah tidak perlu tambahan lagi dari perkara halal, sesungguhnya perkara halal itu banyak.

3. Kamu tidak perlu menyelidiki perkara yang tidak kelihatan, tetapi cukup bagimu yakin bahwa yang kamu konsumsi adalah bukan produk haram melalui pengamatanmu. Sesuatu yang bersifat haram sangat jelas.
Adapun perkara yang diyakini haram contohnya adalah harta penguasa dan pejabatnya (yang melebihi dari gajinya), harta orang yang pekerjaannya hanya tukang ratap (dulu ada orang yang disewa untuk meratapi dan menangisi orang yang meninggal, khususnya apabila yang meninggal dari kalangan berpengaruh. Pekerjaan ini diharamkan), penjual minuman keras, Riba dan pemain musik yang diharamkan agama seperti seruling dll. Orang yang kamu yakini sebagian besar hartanya haram, maka apa yang kamu peroleh darinya kemungkinan besar haram. Andaikan itu halal pasti sangat kecil kemungkinannya.

4. Termasuk harta haram murni adalah harta yang dimakan dari barang wakaf tanpa syarat yang diperbolehkan oleh pelaku wakaf.
Barang siapa yang bekerja tanpa upah yang disepakati , maka apa yang dia ambil dari madrasah adalah haram, barang siapa banyak melakukan maksiat maka kesaksiannya ditolak. Apa yang diambil atas nama lembaga tasawuf maka itu haram.

Etika Kemaluan
Adapun kemaluan kalian, maka jagalah dari apa yang diharamkan Allah. Jadilah seperti apa yang difirmankan Allah Swt: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, sesungguhnya mereka tiada tercela”.

Menjaga kemaluan tidak akan terwujud tanpa menjaga mata dari maksiat, menjaga hati dari fikiran kotor, menjaga perut dari perkara Syubhat dan kekenyangan, itulah yang memperkuat syahwat dan sumber-sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s