Nasehat Imam Ghozali Dalam Kitab Bidayatul Hidayah 1


Etika Menyambut Sholat-sholat Fardlu

Sholat Dhuhur

  1. Persiapkan dirimu menyambut sholat Dhuhur sebelum puncak waktu siang atau sering disebut Zawal.
    Ada baiknya engkau lakukan Qailulah, yaitu tidur sejenak sebelum sholat dhuhur agar kuat untuk melaksanakan sholat malam. Qailulah membantu menguatkan diri untuk sholat malam seperti halnya sahur membantu puasa di siang hari. Qailulah tanpa sholat malam sama dengan sahur tapi tidak puasa.
  2. Apabila kamu lakukan Qailulah, usahakan bangun sebelum siang hari, lalu berwudlu dan menuju masjid. Sesampai di masjid lakukan sholat tahiyyatul masjid lalu tunggulah muadzin mengumandangkan adzan agar kamu bisa menjawabnya. Selesai adzan hendaknya kamu sholat sunnah empat rakaat setelah Zawal (Zawal adalah waktu dimana posisi matahari tepat di puncak waktu siang).
    Waktu Zawal merupakan waktu dilarang melakukan sholat).
    Rasulullah Saw bersabda: “Inilah waktu dimana dibuka pintu-pintu langit, maka aku lebih suka saat itu diangkat amal kebajikanku”.
    Sholat sunnah 4 rakaat sebelum dhuhur sangat dianjurkan. Diriwayatkan dalam sebuah hadist: “Barang siapa melakukannya dan membaguskan rukuk dan sujudnya, maka telah sholat bersamanya 70 ribu malaikat yang memintakan ampunan untuknya hingga malam datang”.
  3. Ketika iqamah berkumandang, maka sholatlah bersama imam. Setelah sholat dhuhur lakukan sholat sunnah rawatib dua rakaat.
  4. Begitu hingga datang waktu Ashar, janganlah kamu sibukkan dirimu kecuali dengan belajar, membantu sesama muslim, membaca Qur’an, mencari rizki dan bekerja untuk memperkuat agamamu.

Sholat Ashar

  1. Ketika datang waktu sholat Ashar, lakukan sholat sunnah rawatib sebelum Ashar sebanyak 4 rakaat. Itu juga merupakan sunnah yang muakkadah, atau sangat dianjurkan.
    Rasulullah Saw bersabda: “Semoga Allah memberi kasih sayang seseorang yang mau melakukan sholat 4 rakaat sebelum Ashar”.
    Berusahalah mendapatkan do’a Rasulullah Saw tersebut.
  2. Seusai sholat Ashar sibukkan dirimu dengan pekerjaan di atas, yaitu dengan belajar, membantu sesama muslim, membaca Qur’an, mencari rizki dan bekerja untuk memperkuat agamamu. Tidak selayak kamu biarkan waktumu sia-sia dan asal terjadi saja. Akan tetapi seharusnya kamu program dirimu dan kamu jadwalkan wirid-wiridmu di malam dan siangmu, kamu sudah tentukan pekerjaan pada setiap waktumu yang tidak kami melewati batasnya, kamu juga tidak melakukan sesuatu lain yang tidak berguna. Itulah tanda-tanda keberkahan waktumu.
  3. Namun apabila kamu biarkan dirimu sia-sia dan kamu telantarkan waktumu seperti hewan-hewan yang tidak mengerti apa yang harus dilakukannya di setiap waktu, maka dipastikan banyak waktumu yang terbuang, padahal waktumu adalah umurmu, umurmu adalah modalmu, di dalamnya ada perdaganganmu, dengan itu kamu bisa sampai kepada kampung kehidupan abadi di sisi Allah swt. Dengan menyia-nyiakan waktu, semua nafasmu juga terbuang dengan tanpa ada nilainya.
    Itu tidak ada gantinya, kalau sudah lewat maka tidak akan bisa kembali. Maka janganlah kamu seperti orang linglung yang bergembira ria dengan tambahnya harta dan berkurangnya umur. Apalah arti kebaikan dalam penambahan harta kalau umur berkurang.
  4. Janganlah kamu pernah bergembira kecuali ketika mendapatkan tambahan ilmu dan amal sholeh. Sesungguhnya keduanya merupakan sahabat setia yang akan mendampingimu di alam kubur, saat semua dari saudaramu, hartamu, anakmu dan sahabat-sahabatmu meninggalkanmu sendirian.

Sholat Maghrib

  1. Ketika matahari mulai menguning, bersegeralah kembali ke masjid sebelum matahari terbenam. Sibukkanlah dirimu dengan bacaan tasbih dan istighfar, sesungguhnya keutamaan waktu ini sama dengan waktu sebelum matahari terbit.
    Allah Swt berfirman “Dan bertasbihkan dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam”.
  2. Bacalah sebelum matahari terbenam empat surah Al-Qur’an yaitu: Wassyamsi Wa Dhuhaaha; Wallaili Idzaa Yaghsyaa; Qul Audzu Birabbil Falaq; dan Qul Auudzu Birabbinnaas.
  3. Hendaknya ketika matahari terbenam, dirimu dalam keadaan membaca istighfar. Ketika kamu dengar Adzan berkumandang maka jawablah. Bacalah setelahnya do’a ini :
    اللهم هذا إقبال ليلك ، وإدبار نهارك ، وأصوات دعاتك فاغفر لي
  4. Lalu sholatlah Magrib berjamaah. Lalu sholatlah sesudahnya dua rakaat sunnah sebelum kamu berbicara apapun, itulah rawatib Maghrib. Apabila kamu mau menambahkan sholat empat rakaat setelah rawatib Maghrib yang kamu panjangkan, maka itu juga termasuk sunnah.
  5. Apabila memungkinkanmu untuk niat I’tikaf sampai Isya dan kamu hidupkan antara Maghrib dan Isya dengan Sholat sunah, maka itu sebuah kebaikan untukmu. Banyak riwayat yang tak terhingga tentang keutamaan sholat antara Maghrib dan Isya, itulah sholat Nasyiatul-Lail (Pembangun Malam), karena itu awal munculnya malam, itu juga disebut Sholat Awwabiin. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw ditanyai tentang firman Allah Swt (artinya) “Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan mereka selalu berdo’a kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut” (Al-Sajdah:16), beliau menjelaskan “Itulah sholat antara dua Isya’” (riwayat Abu Dawud dll).
    Itulah sholat bersamaan dengan waktu berinjaknya siang.

Waktu Isya

  1. Ketika datang waktu Isya, setelah adzan dikumandangkan maka lakukan sholat rawatib qabliyah empat rakaat untuk mengisi antara adzan dan iqamah. Sesungguhnya di antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mulia.
    Dalam sebuah hadist diriwayatkan “Sesungguhnya doa antara adzan dan iqamah, tidak akan ditolak”.
  2. Setelah kamu mendirikan sholat Isya’ berjamaah, maka sholatlah sesudahnya 2 rakaat rawatib. Bacalah di dalamnya Alif Lam Mim Sajadah, Tabarakal Mulk, Yassin dan al-Dukhan. Itu juga termasuh sunnah.
  3. Setelah itu kamu juga bisa melakukan sholat sunnah empat rakaat. Dalam hadist diriwayatkan betapa besar keutamaan sholat ini (Bukhari, Muslim dll.)
  4. Setelah itu lakukan sholat witir tiga rakaat dengan dua salam atau satu kali salam.
    Rasulullah Saw diriwayatkan membaca Sabbihisma rabbika al-a’la, qul yaa ayyuhal kaafiruun dan muawwidzatain. Kalau kamu berencana akan sholat malam maka akhirkan witirmu sehingga ia menjadi akhir sholatmu.
  5. Setelah itu sibukkan dirimu dengan mendalami ilmu, membaca kitab. Jangan kamu sibukkan dirimu dengan hura-hura dan main, sehingga akhir kegiatanmu sebelum tidur adalah kegiatan yang bermanfaat. Sesungguhnya amal itu dilihat pada aktifitas-aktifitas yang paling akhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s