Kisah Jari Rasulullah Saw Bercahaya


Mukjizat yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw sangat banyak jumlahnya, ada yang sudah terkenal dan banyak didengar oleh kebanyakan kaum muslimin.
Salah satu dari sekian banyak mukjizat itu adalah jari tangan Rasulullah Saw bisa mengeluarkan cahaya.

Dirawikan dari Hamzah bin ‘amr al-Aslami, ia bercerita bahwa pada suatu saat di malam hari ia berjalan bersama Rasulullah Saw. Kondisi saat itu gelap gulita tanpa penerangan sedikitpun. Kemudian keduanya berpencar di ujung jalam, dan saat berpencar itulah Hamzah mengetahui bahwa jari jemari Rasulullah Saw bersinar sangat terang.

Begitu terangnya sinar itu hingga beberapa sahabat Rasulullah Saw yang lain bisa mengumpulkan hewan tunggangan mereka serta tak ada seorang pun yang tersesat.

Keistimewaan jari jemari Rasulullah Saw lainnya juga bisa memancarkann air.
“Aku pernah melihat Rasulullah pada saat waktu shalat ashar tiba, orang-orang mencari air wudhu, tapi mereka tak menemukan air.
Kemudian Rasulullah datang dengan membawa sebuah wadah berisi air wudhu.
Rasulullah Saw lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah itu, lalu Beliau menyuruh orang-orang berwudhu dari wadah itu.
Saat itu Anas bin Malik menyaksikan air memancar dari bawah jari jemari Rasulullah Saw.
(HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, dan Tirmidzi).

Bersinar Terang.
Bukan hanya jari jemari Beliau saja yang bersinar, dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa tongkat Beliau serta setandan kurma pemberian Beliau juga mampu mengeluarkan cahaya.

Dirawikan dari Maimun bin Zaid Abas bahwa Rasulullah Saw sutu saat memberikan sebuah tongkat pada Abu Abas setelah ia mengalami kebutaan. Rasulullah Saw berkata kepada Abu Abas,
“Gunakanlah tongkat ini sebagai penerang jalanmu.”

Kemudia Abas menerima tongkat itu, anehnya, tongkat dari kayu itu tiba-tiba bisa mengeluarkan cahaya sehingga menerangi jalan Abas.

Dalam riwayat lainnya sisebutkan bahwa Abu Abas shalat lima waktu bersama Rasulullah Saw. Kemudian ia pulang ke perkampungan Bani Haritsah. Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan sedang turun dengan derasnya, Abas keluar lalu tongkat pemberian Rasulullah Saw itu ia gunakan untuk menerangi jalan. Akhirnya Abas selamat hingga sampai di rumah Bani Haritsah.

Setandan Kurma.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Na’im dijelaskan bahwa pada suatu malam, Rasulullah Saw keluar dari rumah menuju masjid untuk menunaikan shalat Isyak. Ketepatan malam itu juga hujan turun dengan derasnya dan disahuti petir. Saat sinar petir menerangi malam, Rasulullah SASawW melihat Qatadah bin Nu’man.

“Hai Qatadah, setelah Anda selesai shalat, tetaplah duduk di tempatmu hingga aku menyuruhmu,” ucap Rasulullah Saw.
Seusai shalat, Rasulullah Saw menemui Qatadah dan memberikan sebuah tandan kurma.
“Ambillah tandan kurma ini, ia akan menerangi jalan di depanmu sepuluh langkah dan dibelakangmu sepuluh langkah,” tutur Nabi Muhammad Saw seraya memberikan setandan kurma itu.

Qatadah menerimanya.
Lalu saat pulang ke rumahnya, setandan kurma itu benar-benar menerangi jalannya sampai di rumah.
Subhanallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s