Hakikat Dajjal Al-Massih


Bissmillahirahmanirahim…syukur kehadirat Ilahi dengan limpah karunia ilmu yang tidak terputus-putus ini, akhirnya aku dapat kisah tentang Dajjal Al-Massih. Sekian lama aku mengkaji dan bertanya mencari identitas ataupun hakikat Dajjal Al-Masih akhirnya dapat juga pengertian dan menjadikan ini suatu titik perubahan kepada sekalian saudara-saudaraku sesama Muslim untuk waspada dan berjaga-jaga akan kedatangan Ad-Dajjal Al-Massih. Sebelum aku menguraikan siapakah Dajjal ini, aku akan mengutip sepotong hadist yang artinya:

..seandainya dia (Dajjal) keluar, sedangkan aku berada di kalangan kalian, maka akulah yang akan berhadapan dengannya untuk mewakili setiap umat Islam. Dan dia (Dajjal) keluar selepas kematianku, maka setiap kamu adalah penyelamat (bertangung jawab untuk melawannya) dan Allah sebagai penolong kamu sekalian”.

Siapakah Ad Dajjal Al-Massih?

Aku telah membuat beberapa kajian dan terbukti disini terdapat sepotong hadis yang menyatakan Dajjal ini bukanlah binatang maupun makhluk lain, bahkan dia adalah manusia seperti kita. Namun aku tidak mau anda-anda semua keliru dengan fakta yang aku dapatkan ini. Oleh karena itu mari fahami hadist hadist yang aku sediakan dibawah ini:
Hadist ini diriwayatkan Amir Ibnu Syarahil Shabi Shab Hamdan dari Fatimah binti Qais dan Fatimah mendengar hadis ini langsung dari baginda:

Setelah habis iddahku, aku mendengar suara adzan lalu aku pun pergi ke masjid untuk sholat bersama Rasulullah Saw. Aku berada di shaf wanita dan sangat berdekatan dengan shaf makmum lelaki. Selepas Rasulullah Saw sholat, baginda terus berkata: ” Hendaklah kamu semua duduk di tempat sholatmu. Tahukah kamu kenapa aku panggil kamu sekalian ke masjid?” Seorang sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Lalu baginda menyambung: “Aku mengumpulkan kamu karena Tamim ad-Dari yang dahulunya seorang Nasrani datang kepadaku dan memeluk Islam. Dia (Tamim) menceritakan satu perkara yang pernah aku ceritakan kepada kamu semua perihal Dajjal.” “Dia (Tamim) memberitahukan kepadaku bahwa dia pernah belayar bersama 30 lelaki kabilah Lakhm dan Juzdam. Lalu mereka dipukul ombak selama sebulan sehingga mereka menemukan sebuah pulau di tengah lautan, tempat tenggelamnya matahari. Mereka kemudian berlabuh di pulau itu. Sesudah mendarat, mereka terkejut didatangi makhluk berbulu tebal, lalu mereka berkata: “Apakah kamu ini?”. Makhluk itu menjawab: “Aku penjaga rahasia (Jassasah)” Mereka bertanya lagi: “Menjaga apa?”. Makhluk itu menjawab: “Tak perlu bertanya lagi, pergilah berjumpa seorang lelaki di biara itu karena dia mau mendengar berita dari kalian.”

Tiba di biara itu, mereka melihat sebesar-besar manusia yang dirantai. Kedua tangan dipasung ke leher. Kaki dan lutut diikat besi hingga ke bahunya. Kemudian mereka bertanya: “Siapa kamu ini?” Lelaki yang dipasung itu menjawab: “Ceritakan kepadaku tentang kurma di Baisan.” Mereka menjawab: “Ia sudah hampir tidak berbuah lagi.” Lelaki dipasung itu bertanya lagi: “Bagaimana pula dengan Laut Thabariya ? (Laut Mati) Apakah airnya masih ada?” Lalu mereka jawab: “Airnya hampir kering.” Dia bertanya lagi: “Bagaimana dengan Nabi orang-orang ummiyin ( Muhammad saw ), apakah dia telah lahir? Apa yang dikerjakannya?” Mereka menjawab: “Dia telah lahir di Makkah dan berhijrah ke Yathrib (Madinah).” Dia bertanya: “Apakah orang-orang Arab memeranginya lagi?” Mereka menjawab: “Ya. Mereka memeranginya.” Dia bertanya lagi: “Bagaimana perlakuan mereka?” Mereka jawab: “Dia (Muhammad) telah banyak mendapat kemenangan, hampir semua orang Arab kini mengikutinya.” Lelaki itu berkata: “Itu benar terjadi?” Mereka menjawab: “Benar. Itu yang benar terjadi” Lelaki itu berkata: “Kalau mereka mengikutinya, maka itulah yang lebih baik kepada mereka. Sekarang aku beritahukan kepada kamu semua. Aku adalah al-Masih ad-Dajjal. Sudah sangat dekat masa untuk aku diizinkan keluar. Bila aku keluar nanti, aku akan berjalan ke seluruh muka bumi, kecuali Makkah dan Thahibah (Madinah) karena aku dihalangi para malaikat.” Selepas diceritakan kepada semua yang berada di masjid itu, Rasulullah pun berkata: “Inilah Thahiba yakni Madinah. Bukankah aku pernah memberitahu kamu mengenai (Dajjal) ini? Sesungguhnya kisah yang Tamin ad-Dari sampaikan kepadaku bersesuaian benar dengan apa yang pernah aku sampaikan pesan kepada kamu sekalian. Dajjal itu berada di Laut Shyam atau Laut Yaman, di arah Timur” . Fatimah yang menceritakan kata-kata Nabi itu kemudian berkata kepada Amir: “Itulah yang aku dengar dari Rasullullah Saw.”

Hadis ini menjelaskan tentang satu kepastian kalau Dajjal adalah seorang manusia, bukan satu konsep bangsa atau golongan. Jika wujud satu golongan, maka itu adalah persoalan lain yang berkaitan dengan lelaki yang disebut Dajjal ini. Tidak mungkin Nabi Saw menyampaikan keterangan yang mempunyai maksud lain, Nabi Saw tidak mungkin membuat kesalahan, sedangkan hadist-hadist disampaikan bertujuan untuk menjelaskan suatu maksud secara konkrit. Maka, pernyataan bahwa Dajjal adalah manusia juga satu pernyataan konkrit.

Hadislain juga menjelaskan, masa munculnya Dajjal itu adalah seperti berikut:

– akan muncul pada akhir zaman

– mengaku bahawa dia adalah Tuhan

– menyebar fitnah dan dusta

– keluar selama 40 sebelum dibunuh Nabi Isa A.s (40 hari, 40 bulan, 40 tahun atau 40 abad tidak dijelaskan oleh Nabi Saw)

Siapakah dajjal?

  1. Telah bersabda Rasulullah Saw: “Ternyata ia adalah seorang laki laki yang berbadan besar, merah, berambut keriting dan bermata sebelah.” (HR. Bukhari)
  2. Telah bersabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya Al Masihuddajjal adalah seorang laki laki, ujung telapak kakinya berdekatan, sedangkan tumitnya berjauhan, berambut keriting, bermata sebelah dengan mata yang terhapus.” (HR. Abu Dawud dan Imam Ahmad)
  3. Telah bersabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya kepala dajjal itu dari belakang terlihat tebal dan berkelok-kelok.” (HR. Ahmad)
  4. Telah bersabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya dajal itu terhapus matanya yang sebelah kiri.” (HR. Ahmad)
  5. Telah bersabda Rasulullah Saw: “Pada matanya yang sebelah kanan, seakan akan ia adalah satu biji anggur yang terapung.” (HR. Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s